Spyware secara umum adalah sejenis program yg mengoleksi dan mentranfer informasi tentang seseorang dan kebiasaan browsingnya untuk keperluan iklan/promosi. Namun akhir-akhir ini spyware dapat digunakan untuk tujuan lain, yaitu mencuri data-data penting yang ada di komputer seseorang seperti, password, no PIN, alamat dll.Spyware merupakan turunan dari adware, yang memantau kebiasaan pengguna dalam melakukan penjelajahan Internet untuk mendatangkan “segudang iklan” kepada pengguna. Tetapi, karena adware kurang begitu berbahaya (tidak melakukan pencurian data), spyware melakukannya dan mengirimkan hasil yang ia kumpulkan kepada pembuatnya (adware umumnya hanya mengirimkan data kepada perusahaan marketing).
Sedangkan Adware adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada sebuah jenis perangkat lunak mencurigakan (malicious software/malware) yang menginstalasikan dirinya sendiri tanpa sepengetahuan pengguna dan menampilkan iklan-iklan ketika pengguna berselancar di Internet.
Adware adalah salah satu jenis perangkat lunak yang bersifat “stealth” (tidak terlihat) dan seringnya terinstalasi ke dalam sistem ketika pengguna mengunduh perangkat lunak freeware atau shareware dari Internet. Ada banyak adware yang beredar di Internet, dan beberapa adware tersebut memantau kebiasaan pengguna dalam menjelajahi Internet, dan mengirimkan informasi ini kepada perusahaan marketing sehingga mereka mengirimkan iklan kepada pengguna yang bersangkutan. Beberapa perangkat lunak komersial juga mengandung komponen adware yang kadang disebutkan dalam End-User License Agreement (EULA) atau tidak. Contohnya adalah web browser Microsoft Internet Explorer 6.0 yang merangkul Alexa.com.
Tanda-tanda terkena spyware:
1.Browser membuka popup yg tidak diinginkan, atau juga popup windows. Biasanya isinya spt ini “Your computer has been infected by spyware, click OK to download xxx anti spyware” //update
2.Homepage pada browser berubah
3.Adanya toolbar yg tidak dikenal di browser
4.Pada menu favorite/ bookmark muncul link-link yang mengarah ke web yang berbau porno dan judi dll
5.Munculnya shortcut di desktop yang mengarah ke web yang berbau porno atau judi dll
6.Penurunan kinerja komputer secara drastis
7.Program security seperti antivirus maupun firewall terdisable
8.Di task manager terdapat service yg tidak dikenal
9.Tagihan telpon melonjak (yang pakai koneksi dial up)
10.Aktivitas sent pada saat idle lebih besar upload.
Cara Mencegah:
1.Gunakan anti spyware yg real time scanner (+ yang up to date)
2.Gunakan firewall yang mempunyai inbound dan outbound protection
3.Gunakan browser yang aman (firefox, opera). Kalo masih ingin menggunakan internet explorer, harap disetting yang aman.
4.Jangan mengunjungi web yg bersifat porno,judi, dsb
5.Tiap kali menginstall program dibaca dulu eulanya. Soalnya ada beberapa program yg terang-terangan di eulanya nulis akan menginstall spyware bersamaan dengan program.
6.Gunakan operating system yg selalu up to date
7.Jangan membuka attachment email jika dari orang yg tidak dikenal.
8.Jangan mengklik “agree” or “ok” untuk menutup window. Lebih baik klik “x” atau tekan alt + f4
9.Backup registry, soalnya kalo terkena spyware, walaupun sudah dibersihkan, registry akan tetap kacau
Cara Mengatasi:
1.Scan dengan antispyware
2.Lewat task manager->process, kill service-service yang berkaitan dengan spyware. Untuk detailnya, gunakan command prompt
ketikan “tasklist /svc” (win xp pro). Disini ditampilkan setiap program yang dijalankaan oleh sebuah service. Atau gunakan “process explorer” Download disini
3.Hapus registry yang berkaitan dengan spyware di
hkey_local_machine\software\microsoft\windows\curr entversion -> run,run-, dan runonce
biasanya ga perlu, soalnya biasanya sudah dihapus oleh porgram antispywarenya.
4.Restore backup registry
Post a Comment